BAHAGIANYA, BAHAGIAKU?

Dunia mengajarkan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang kaya, sehat, atau tidak mengalami masalah. Yesus, dalam Khotbah di Bukit, justru membalikkan cara pandang itu. Ia berkata bahwa orang yang miskin, yang berduka, serta yang lapar dan haus akan kebenaran—merekalah yang berbahagia. Pern[...]

KETIKA ALLAH TURUN GUNUNG

Bayangkan Saudara harus menghadap pimpinan tertinggi di perusahaan. Saudara diminta mengenakan pakaian formal, menjaga sikap, dan penuh rasa hormat. Itulah respons manusia ketika berhadapan dengan otoritas yang lebih tinggi. Jika kita dapat merasa gentar saat berhadapan dengan pemimpin manusia, baga[...]

BUKAN KUDA PERANG YANG MENYELAMATKAN

Dalam situasi genting, kita cenderung bersandar pada strategi manusiawi. Seperti tentara pada zaman dahulu yang merasa tenang karena memiliki kuda perang yang kuat, banyak orang masa kini merasa aman karena memiliki “kendaraan” andalan mereka sendiri. Adakalanya Tuhan mengizinkan semua andalan i[...]

PERCAYA BUKAN SEKADAR TAHU

Seorang anak kecil dapat mengenali gambar singa dari buku, mengetahui suaranya dari video, bahkan menghafal berbagai fakta tentangnya. Namun, semua pengetahuan itu sangat berbeda dengan pengalaman nyata ketika ia bertemu seekor singa secara langsung. Dalam kehidupan rohani pun, banyak orang mengetah[...]

BERDIRI DI ANTARA HIDUP DAN MATI

Bayangkan seorang petugas medis yang berlari ke tengah zona bencana, membawa perlengkapan seadanya, menghadapi asap dan reruntuhan demi menyelamatkan satu nyawa. Ia tahu risikonya besar, tetapi ia tetap maju karena sadar: jika ia tidak bertindak sekarang, akan lebih banyak orang mati. Tindakan seper[...]

Share this Post