MUKJIZAT TERBESAR
Yohanes 21:1–14
Kadang, mukjizat terbesar bukanlah perubahan besar, melainkan
sapaan hangat di tengah keletihan hidup. Mukjizat tidak selalu berbentuk
peristiwa dahsyat yang mengubah segalanya secara drastis dalam hidup kita.
Sering kali, sapaan yang tulus, kepedulian, atau perhatian yang meneguhkan saat
kita merasa lelah atau putus asa dapat menjadi mukjizat yang paling kita
butuhkan.
Yohanes 21:1-14
memperlihatkan para murid yang kembali ke kehidupan lamanya sebagai nelayan.
Semalaman mereka menjala tanpa hasil. Ini adalah gambaran kelelahan dan
keputusasaan. Di tengah keletihan fisik dan mental itulah Yesus hadir di pantai. Ia bertanya tentang hasil
tangkapan mereka, memberi petunjuk yang menghasilkan tangkapan ikan yang
banyak, dan yang lebih menyentuh hati ialah Yesus telah menyiapkan sarapan bagi
mereka. Mukjizat terbesar dalam kisah ini bukan mengenai jumlah ikan yang
dijala, melainkan kehadiran, kepedulian, dan persekutuan hangat yang Yesus
tawarkan. Di tengah rutinitas yang mungkin terasa sia-sia, Yesus menyapa mereka
dengan kehangatan dan memberikan pemulihan bagi semangat hidup mereka.
Tuhan peduli terhadap keletihan kita sehari-hari. Kadang, Ia hadir bukan untuk langsung mengubah situasi kehidupan yang membuat kita letih dan lelah, tetapi untuk duduk bersama kita, menyapa, menguatkan, dan membangkitkan kembali gairah hidup kita. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, kami bersyukur untuk kehadiran-Mu yang selalu menguatkan dan meneguhkan kami dalam menjalani kehidupan setiap harinya. Amin.