TUHANLAH PENJAGAKU
Mazmur 121
Penulis pernah melawat seorang oma yang berusia hampir sembilan puluh tahun. Oma tersebut sudah tidak bisa melihat lagi. Ia tinggal bersama cucunya yang sehari-hari bekerja. Dalam keterbatasan ekonomi, mereka tidak bisa membayar asisten untuk membantu sang oma beraktivitas saat cucunya sedang bekerja. Penulis menanyakan keadaan sang oma, apakah ia mengalami kesulitan menjalani kesehariannya. Sang oma mengatakan dengan yakin, “Oma tidak pernah sendirian. Tuhan Yesus menjaga Oma. Tuhan Yesus menolong Oma.” Pemazmur dalam Mazmur 121 menegaskan TUHAN sebagai penjaga yang tidak pernah terlelap dan tertidur. TUHAN, Sang Penjaga, selalu ada bersama-sama dengan umat-Nya. TUHAN melihat dan menjaga umat-Nya. Di dalam kehidupan, TUHAN terus melindungi umat-Nya dari segala mara bahaya. Di tengah segala tantangan, masalah kehidupan, bahkan ketakutan dan kekhawatiran, pemazmur percaya TUHAN selalu menjaga keluar masuknya, dari sekarang sampai selama-lamanya. Sang oma dalam kisah di awal memaknai keterbatasan dan kesendiriannya dalam kacamata iman. Ia meyakini benar bahwa ia dijaga dan ditolong oleh Tuhan. Keyakinan inilah yang menolong sang oma untuk mampu terus bertahan dan bersukacita di tengah keterbatasan keterbatasan yang dialaminya dalam hidup. Marilah kita juga menjalani hidup dengan keyakinan bahwa Tuhanlah Penjaga kita. (Wasiat)
REFLEKSI: Dalam menjalani kehidupan ingatlah kita tidak pernah berjalan sendirian. Tuhan, Sang Penjaga, berjalan bersama dengan kita.