MENGHALAU KEGELAPAN
Keluaran 10:21-29
Mati lampu adalah keadaan yang tidak menyenangkan bagi kita yang kehidupannya sudah sangat bergantung pada listrik. Bagi anak-anak Generasi Alpha dan Z, mati lampu menjadi sesuatu yang terasa menyulitkan, karena sebagian besar aktivitas mereka bergantung pada listrik. Di negara-negara maju, ketika listrik padam, seluruh aktivitas dapat lumpuh. Mati lampu identik dengan kondisi ketika kita berada dalam kegelapan dan harus mencari sumber cahaya lain agar tetap dapat melihat dan beraktivitas. Tanah Mesir pernah mengalami kegelapan yang sangat pekat. Keadaan itu membuat seluruh negeri berada dalam kegelapan selama tiga hari. Saat itu, orang-orang Mesir tidak dapat melihat apa pun, dan kondisi tersebut menimbulkan kegelisahan serta kemarahan. Mereka hidup dalam kegelapan tanpa cahaya sedikit pun. Dalam kehidupan rohani, kita meyakini bahwa Kristus adalah Sang Sumber Terang. Pertanyaannya, jika kita tidak pernah berhubungan dengan Sang Sumber Terang, bagaimana mungkin hidup kita menjadi terang? Jika kita tidak memiliki hubungan yang stabil dengan Kristus, maka tidak akan ada cahaya dalam ruang batin kita; yang ada hanyalah kegelapan. Kegelapan rohani jauh lebih berbahaya daripada kegelapan secara kasatmata, karena kegelapan rohani dapat menjerumuskan kita ke dalam dosa dan kehancuran. Kiranya kita terus belajar menjalin hubungan yang erat dengan Kristus, Sang Sumber Terang. (Wasiat)
REFLEKSI: Teruslah terhubung dengan Kristus, Sang Sumber Terang, sehingga kegelapan terhalau dari kehidupan kita.