UPS AND DOWNS

Mazmur 89:5-37


Jika kita beranggapan bahwa hubungan Tuhan Yesus dan para murid-Nya selalu serba manis dan dipenuhi tawa ceria, maka bersiap-siaplah untuk kecewa. Sebab, dalam sejumlah peristiwa, terjadi ketegangan di antara mereka. Misalnya, ketika Petrus menegur Tuhan Yesus karena berbicara tentang kematian-Nya, Dia justru menegur sang murid dengan keras menggunakan kata-kata, “Enyahlah, Iblis….” (bdk. Mrk. 3:31–33).

Demikian pula, relasi antara Allah dan Daud mengalami ups and downs. Saat Daud terpilih menjadi raja, Kitab 1 Samuel 16:12 mencatat, “… TUHAN berfirman, ‘Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia!’” TUHAN terkesan antusias dan bersemangat. Namun, ketika Daud mengambil Batsyeba dari Uria, TUHAN menegur tegas melalui Nabi Natan. Firman-Nya, “… Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel… Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya?” (2 Sam. 12:7,9). Syukurlah, Daud menyadari kesalahannya dan bertobat.

Seperti para murid dan Daud, relasi kita dengan Tuhan pun penuh dinamika. Tuhan sangat senang ketika kita melakukan hal yang benar. Namun, saat kita bertindak keliru, Tuhan pun menegur. Hal yang paling mengagumkan dalam hubungan dengan Tuhan adalah betapa pun naik turunnya relasi kita dengan-Nya, Dia tidak pernah menarik kasih setia-Nya dari kita. Terpujilah Tuhan! (Wasiat)

REFLEKSI: Ups and downs bisa saja terjadi. Namun, kasih setia-Nya tetap sampai selamanya.

Share this Post