TIDAK TINGGAL DALAM GELAP
Yohanes 12:44-50
“Saya sudah membuat kesalahan fatal,” kata seorang pemuda di depan hakim. “Saya seperti terperangkap tanpa jalan keluar. Semua pilihan terasa kabur. Saya mohon bimbingan ke depannya, Pak Hakim,” katanya sambil tertunduk lesu. Pemuda itu menjalani rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan. Di sana, ia mendapat bimbingan yang diperlukan demi pembaruan hidupnya. Pelan tetapi pasti, pemuda itu keluar dari “kegelapan hidup” menuju “terang kebaikan”.
Allah tidak membiarkan manusia tersesat dalam kegelapan dosa. Karena kasih-Nya, Allah mengutus Yesus sebagai terang bagi dunia. Yesus bukan sekadar mengajarkan tentang terang, melainkan Dialah terang itu. Melalui diri-Nya, orang yang percaya dituntun keluar dari kegelapan dosa menuju keselamatan. Melalui karya Roh Kudus, terang Kristus menembus hati yang paling gelap. Mereka yang percaya tidak lagi dikungkung oleh dosa, ketakutan, dan kehampaan, melainkan hidup dalam terang kasih dan kebenaran Allah.
Hidup yang menuju terang Allah berarti mengalami perubahan cara berpikir, merasa, dan bertindak. Kehendak Allah melalui Yesus menjadi penuntunnya. Hidup tidak lagi menyembunyikan dosa, tidak lagi egois, dan tidak mencari kebenaran di luar Kristus. Sebaliknya, orang percaya mengupayakan pertobatan yang nyata. Kebenaran dan kasih diwujudkan secara aktif. Firman Tuhan digemari dan dipelihara, sehingga hidup menjadi sumber inspirasi yang baik bagi lingkungan sekitar. (Wasiat)
REFLEKSI:
Apakah hidup kita sudah diterangi oleh kebenaran Kristus?