PERTOLONGAN TUHAN JAUH LEBIH UTAMA

Kejadian 32:3-21


Setelah melukai orang lain, umumnya seseorang cenderung menghindar untuk bertemu kembali. Alasannya mudah ditebak: adanya rasa bersalah dan ketakutan menghadapi konsekuensi dari perbuatan di masa lalu. Ia khawatir orang yang telah terluka akan membalas dendam. Selain itu, ia juga takut dipermalukan akibat kesalahannya sehingga citranya hancur di hadapan banyak orang.

Kita dapat membayangkan gejolak hati Yakub ketika hendak bertemu dengan Esau, kakaknya. Rasa bersalah karena telah menipu kakaknya masih membayangi pikirannya. Ia takut Esau akan membalasnya. Ketakutan itu mendorong Yakub menyusun berbagai strategi. Ia mengutus orang-orangnya untuk menemui Esau. Ia juga menyiapkan persembahan berupa ternak sebagai bentuk kompensasi. Dengan cara itu, ia berharap hati kakaknya menjadi lunak. Namun, utusan itu kembali dengan kabar bahwa Esau datang dengan diiringi empat ratus orang. Ketakutan Yakub pun semakin bertambah. Ia berlutut di hadapan Tuhan dan memohon perlindungan. Selain itu, ia merancang kompensasi yang lebih besar, yakni memberikan ternak dalam jumlah yang lebih banyak. Ia berharap persembahan tersebut dapat mendamaikan hati kakaknya.

Banyak orang beranggapan bahwa materi dan uang dapat memperbaiki relasi yang rusak. Namun, percayalah, hal itu hanya bersifat sementara. Hati yang tulus dan pertolongan dari Tuhan jauh lebih utama. (Wasiat)

DOA: Ya Tuhan, berilah kami keberanian untuk mengakui kesalahan dan berdamai dengan orang lain. Amin. 

Share this Post