MENJADI SEPERTI ANAK KECIL
Matius 18:1-7
Keinginan untuk menjadi yang terbesar adalah hasrat yang dimiliki oleh setiap orang, karena menjadi yang terbesar berarti mengalahkan atau mengungguli orang lain—menjadi orang nomor satu. Itu tentu merupakan sebuah kebanggaan.
Itulah yang menjadi pembicaraan para murid: siapakah di antara mereka yang terbesar di Kerajaan Allah. Hal itu kemudian mereka tanyakan kepada Yesus. Alih-alih memuaskan hasrat mereka, Yesus justru memanggil seorang anak kecil dan berkata bahwa jika mereka tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil itu, mereka tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jelas bahwa Yesus tidak memberikan jawaban, melainkan teguran: bahwa hasrat untuk menjadi yang terbesar sangat mudah menjerumuskan mereka ke dalam dosa. Oleh karena itu, mereka harus bertobat dan menjadi rendah hati seperti anak kecil tersebut. Bertobat berarti berubah. Pertobatan harus terjadi setiap saat dalam kehidupan orang beriman.
Apa yang harus kita ubah? Yang harus kita ubah adalah hasrat untuk mengungguli orang lain, merasa diri lebih hebat, atau lebih kuat. Hasrat tersebut harus digantikan dengan sikap rendah hati. Keinginan yang tak terkendali untuk menjadi yang terbesar sangat mudah membuat seseorang menghalalkan segala cara, termasuk menyingkirkan atau menjatuhkan orang-orang yang berpotensi mengunggulinya. (Wasiat)
DOA: Ajar kami untuk selalu bertobat dan memiliki kerendahan hati, ya, Tuhan. Amin.