MENCINTAI FIRMAN TUHAN

Mazmur 119:41-48


Ada orang yang tak bisa lepas dari ponselnya, bangun tidur langsung memeriksa notifikasi, sebelum tidur scroll media sosial. Apa yang sering kita lihat dan pikirkan, itulah yang kita sukai. Lalu bagaimana dengan firman Tuhan? Apakah kita merindukannya seperti kita merindukan hiburan dan kabar dunia?

Mazmur 119 adalah nyanyian panjang tentang cinta terhadap firman TUHAN. Pemazmur berkata, “Aku hendak menadahkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Menadahkan tangan adalah lambang cinta dan kerinduan penuh akan firman TUHAN. Inilah pernyataan hati yang tulus bahwa firman TUHAN bukan hanya dibaca, tetapi dicintai dan direnungkan dengan sukacita. Orang yang mencintai firman TUHAN akan menyerahkan diri untuk dituntun Sang Firman. Hal ini tentu akan berdampak pada perubahan cara hidup.

Di tengah kesibukan dan arus informasi yang serba cepat, tak sedikit orang menjauh dari firman Tuhan. Bisa jadi firman Tuhan dalam Alkitab hanya dibaca sekilas atau bahkan dilupakan. Marilah kita merenungkan apakah kita masih rindu dan menyediakan waktu untuk membaca Alkitab? Ingatlah firman Tuhan berkuasa menghidupkan, mengarahkan, menguatkan, dan mengubah kehidupan kita. Mari kita kobarkan kembali semangat membaca dan merenungkan firman Tuhan, bukan karena kewajiban atau sekadar rutinitas, melainkan karena kerinduan dan cinta. (Wasiat)

DOA: Ya Tuhan, tanamkan cinta pada firman-Mu dalam hati kami agar hidup kami selalu terarah dan setia kepada-Mu. Amin.

Share this Post