HANYA TUHAN, ALLAH KAMI

1 Raja-raja 18:36-39


Tanpa disadari, orang percaya bisa dikendalikan dan dikuasai oleh ilah-ilah zaman ini. Popularitas, uang, kuasa, atau kenyamanan bisa menggeser posisi Tuhan dari hati orang percaya. Tak sedikit orang tergoda mengikuti tren hingga iman menjadi tawar dan tak jelas siapa yang benar-benar layak disembah.

Israel pun pernah menyerahkan diri pada ilah lain. Hati mereka terbagi. Mereka menyembah TUHAN, tetapi juga Baal, dewa hujan dan kesuburan yang populer saat itu. Elia menantang mereka, “Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia!” Doanya sederhana, tetapi penuh keyakinan. Dan TUHAN menjawab dengan mengirimkan api dari langit yang membakar mezbah. Api TUHAN membakar keraguan dan membangkitkan pengakuan. Rakyat tersungkur dalam takjub. Mereka berseru, “TUHAN, Dialah Allah!” TUHAN berkenan menyatakan kuasa-Nya agar umat-Nya kembali percaya dan menyembah-Nya sepenuh hati.

Tuhan meneguhkan umat-Nya bukan hanya dengan api, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari yang membuat kita mengakui bahwa Dia sungguh hidup dan pantas disembah. Di tengah era serba instan dan kecenderungan untuk terpikat tren nikmat dunia, tetaplah membangun iman dalam penyembahan sejati. Tempatkanlah Tuhan sebagai satu-satunya Pribadi yang kita sembah dan muliakan setiap hari. Marilah kita kembali menyerukan komitmen iman, “TUHAN, Engkaulah Allah kami!” (Wasiat)

DOA: Ya Tuhan, mampukan kami meyakini kuasa-Mu agar hati kami selalu setia menyembah-Mu. Amin.

Share this Post