CINTA DAN PENGORBANAN
Matius 26:6-13
Ungkapan “cinta perlu pengorbanan” sering digunakan untuk menggambarkan bukti cinta yang sejati. Secara umum, ungkapan ini berarti bahwa seseorang harus bersedia memberikan sesuatu yang berharga atau melakukan hal yang sulit demi orang yang dicintainya. Namun, mari kita melihatnya lebih dalam. Ketika kita sungguh mencintai orangtua, pasangan, atau anak, kita akan bekerja, berusaha, dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Dalam situasi seperti itu, apakah kita merasa sedang berkorban? Kebanyakan orang justru berkata, “Saya tidak pernah merasa berkorban. Apa yang saya lakukan sederhana, yaitu ingin orang yang saya cintai bahagia.” Jika kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati, pemberian waktu, tenaga, atau harta yang terbaik tidak akan terasa sebagai pengorbanan.
Hal ini juga tampak dalam kisah seorang perempuan yang menuangkan minyak wangi mahal ke atas kepala Yesus. Para murid melihat tindakan itu dari sudut pandang mereka sebagai pemborosan dan berkata, “Untuk apa pemborosan ini?” Namun, sang perempuan tidak menganggap tindakannya itu berlebihan.
Sering kali kita pun tidak memahami ketika ada orang yang rela meninggalkan harta, usaha, dan berbagai kenyamanan demi memberitakan Injil Tuhan. Bagi kita, harga yang harus dibayar terasa terlalu mahal. Namun, ketika kasih Tuhan memenuhi hati kita, kita akan mengerti bahwa semua itu tidak sebanding dengan kasih-Nya. (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, bukalah hati dan pikiran kami agar dapat merasakan kasih setia-Mu dan membalas cinta-Mu dengan sukacita. Amin.