BERKAT TUHAN TAK BERHENTI
Kejadian 25:7-11
Ketika seorang pemimpin besar meninggal, orang sering takut akan masa depan. Mereka bertanya, “Siapa yang akan menggantikannya?” Namun, sejarah menunjukkan bahwa hidup terus berjalan dan Tuhan tetap bekerja.
Kejadian 25 mencatat kematian Abraham pada usia 175 tahun. Ia disebut tua dan penuh umurnya. Ini menunjuk pada hidup yang penuh dan diberkati. Ia dikuburkan oleh kedua anaknya, Ishak dan Ismael, di gua Makhpela. Setelah tokoh besar ini wafat, muncul pertanyaan: bagaimana nasib perjanjian Allah? Ayat 11 menjawab dengan tegas. Allah memberkati Ishak, anaknya. Ini menunjukkan kelanjutan janji dan pemeliharaan Allah dari generasi ke generasi. Berkat TUHAN tidak berhenti pada satu pribadi tetapi terus mengalir. Ishak kini menjadi pewaris janji bukan karena kehebatan dirinya, melainkan karena Allah setia. Allah kita bukan Allah yang hanya bekerja di masa lalu. Ia setia melanjutkan karya-Nya melalui generasi berikutnya. Bahkan di tengah kehilangan, berkat Tuhan tetap berjalan.
Kita sering merasa kehilangan arah saat tokoh penting dalam hidup kita pergi. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan tidak pernah kehabisan cara dan generasi. Mungkin orangtua, mentor, atau pemimpin kita telah tiada namun berkat Tuhan tidak berhenti pada mereka. Tuhan memanggil kita menjadi penerus iman, pembawa janji, dan pewaris kasih karunia. Ia tetap memberkati orang yang hidup dalam perjanjian-Nya. (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, terima kasih karena berkat-Mu tak pernah berhenti. Tolong kami agar setia melanjutkan jejak iman para pendahulu. Amin.