BERKAT ALLAH BAGI ALAM
Mazmur 65:8-13
Doni berjalan menuju ladang jagungnya. Dia merasakan sejuknya embun pagi membasahi kulitnya. Barisan jagung mulai meninggi, hijau segar, menjanjikan panen yang melimpah. Seketika, ia teringat bahwa beberapa bulan yang lalu ia sempat merasa khawatir karena musim kemarau cukup panjang. Namun, hujan datang tepat waktu menyirami tanah yang gersang. Doni tahu, semua kerja kerasnya menanam dan merawat jagung tidak akan berarti tanpa berkat dari Allah. Doni sadar kepada kuasa yang lebih besar dari usahanya sendiri.
Kemuliaan Allah nyata dalam segenap ciptaan-Nya. Pemazmur mengakui bahwa hasil panen bukan usaha manusia semata. Allah yang memelihara dan memberkati. Pemeliharaan kasih ilahi tidak pernah kering. Kebaikan Allah nyata melalui seluruh alam ciptaan-Nya. Pemazmur menyatakan bahwa semua orang di ujung bumi bersorak-sorai karena mukjizat-mukjizat Allah. Menghargai dan menjaga tatanan ciptaan adalah respons syukur yang berkenan bagi Allah.
Setiap detail pendukung kehidupan yang kita jumpai harus kita syukuri. Udara yang kita hirup, makanan dan minuman hari ini, pekerjaan, dan banyak yang lain. Mari jaga keadilan iklim dengan ikut serta memelihara lingkungan. Setiap tindakan kecil bagi terpeliharanya ekosistem lingkungan akan berdampak meluas. Peliharalah kelestarian air bersih. Kurangi pencemaran udara dan penumpukkan sampah. Muliakan Allah dengan merawat segenap ciptaan-Nya. (Wasiat)
REFLEKSI:
Tindakan apa yang akan kita lakukan dalam merawat bumi yang Allah berkati dengan segala kebaikan?