BERDIAMLAH
Matius 17:1-9
Kita hidup di dunia yang semakin sibuk. Anggapan umum menyatakan bahwa semakin sibuk seseorang, semakin pentinglah ia. Padahal, tidak sedikit orang yang tenggelam dalam hingar-bingar kesibukannya justru semakin jauh dari ketenangan dan kedamaian hidup.
Dalam peristiwa transfigurasi, Petrus tampaknya sangat menikmati suasana kedamaian yang luar biasa. Karena itu, ia mengusulkan kepada Yesus agar mereka tinggal di situ lebih lama. Ia juga ingin mendirikan kemah bagi Yesus, Musa, dan Elia. Ini adalah ciri khas Petrus: spontan, tidak bisa diam, selalu bergerak, dan sibuk. Ia tidak mampu berdiam diri barang sejenak untuk merenungkan makna terdalam dari perjumpaan tiga tokoh iman itu. Kesibukan dalam batas tertentu memang baik, karena hal itu berarti kita masih produktif. Namun, bila kita selalu tenggelam dalam kesibukan di mana pun dan kapan pun, kita sebenarnya telah terjebak dalam overaktivisme, yaitu aktivisme yang berlebihan.
Kita membutuhkan waktu tenang untuk berefleksi dan merenungkan firman Tuhan. Saat teduh pribadi setiap hari dan ibadah di gereja merupakan waktu yang tepat untuk melepaskan diri dari kesibukan dan membiarkan firman Tuhan memenuhi hati serta pikiran kita. Kita tidak akan mengalami kerugian apa pun hanya karena menghentikan aktivitas selama 15 menit hingga satu jam. (Wasiat)
DOA: Kami mau berdiam diri untuk membuka telinga dan hati kami terhadap sapaan firman-Mu ya Tuhan. Amin.