ALLAH MENGENALKU
Mazmur 139:1-12, 23-24
Maya duduk hening di bangku taman. Berbagai pemikiran berkecamuk dalam benaknya. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal—sebuah kegelisahan yang tidak dapat dijelaskan. Maya tahu, ada bagian dari dirinya yang tersembunyi bahkan dari dirinya sendiri. Ia mendambakan kedamaian, namun seolah ada dinding tak kasat mata yang menghalanginya. Tiba-tiba, ia merasa sangat kecil dan sendirian. Adakah yang sungguh mengenalnya secara utuh? Allah mengenal setiap sisi kehidupan manusia: pikiran, langkah, hingga perasaan terdalam setiap orang. Allah hadir mengiringi umat-Nya dalam setiap tempat. Dia tidak pernah menjauh, bahkan dalam kegelapan dan kesesakan batin. Daud memohon dengan rendah hati dan berani agar diperiksa secara menyeluruh oleh Allah. Ia memohon supaya hati dan pikirannya dituntun oleh kehendak Allah. Ini adalah sikap pertobatan dan penyerahan diri yang penuh. Daud bersedia dicari, dikenal, dan ditebus sepenuhnya oleh Allah.
Mari buka hati untuk diselidiki Allah. Undanglah Dia memeriksa kedalaman batin kita. Akuilah setiap jalan yang keliru dan mintalah tuntunan-Nya. Nyatakan hal-hal tersembunyi serta luka hidup yang belum dipulihkan. Jangan bersembunyi atau berpura-pura. Terang kasih Allah sanggup merengkuh seluruh keberadaan diri kita. Lembutkan hati untuk menerima teguran yang mendidik. Dalam setiap proses yang ditempuh, percayalah bahwa Allah sedang menuntun kita di jalan yang kekal. (Wasiat)
REFLEKSI:
Apa yang akan kita lakukan hari ini sebagai wujud kesediaan dituntun oleh Allah di jalan yang kekal?