YANG LEMAH DITOPANG
Mazmur 145
Dalam sebuah
wawancara, seseorang bertanya kepada Bunda Teresa, “Mengapa Bunda Teresa rela
berlelah-lelah melakukan pelayanannya bagi orang-orang hina dan terlantar?”
Beliau menjawab, ”Mereka yang saya layani adalah orang-orang terbuang yang
diabaikan keluarganya, maka saya melayani mereka supaya mereka merasakan kasih
Tuhan yang peduli akan penderitaan mereka.”
Pemazmur mengungkapkan pengakuannya kepada Allah berdasarkan karya Allah yang terbukti nyata dalam kehidupannya. Kebesaran dan keagungan Allah semakin nampak nyata dalam kepedulian-Nya terhadap keadaan manusia yang rapuh dan lemah. TUHAN Allah mau menopang mereka yang jatuh dan menegakkan mereka yang letih lesu, sebab TUHAN mau menguatkan mereka yang tak berdaya dan menambah semangat kepada yang lesu. Maka pujian yang keluar dari mulut pemazmur adalah pujian yang lahir dari rasa syukur karena pengalaman dikasihi, dipelihara, dan dilindungi oleh TUHAN Allah.
Di tengah segala dinamika kehidupan yang dialami, kita diajak oleh pemazmur untuk merenungkan dan mengingat ulang segala sesuatu yang telah Allah perbuat dalam berbagai peristiwa hidup kita. Bukankah pengalaman kita menunjukkan bahwa Tuhan peduli dengan keberadaan kita dan Ia akan bertindak untuk menolong kita? Kasih-Nya tak berkesudahan, maka kita patut bersyukur atas pertolongan-Nya yang nyata dalam hidup kita. Karena itu sudah selayaknya kita tidak berhenti memuji nama-Nya yang besar dan mengagungkan Dia. (Wasiat)
REFLEKSI:
Ketika kita merasa lemah dan tak berdaya dalam kondisi sesulit apa pun, datanglah pada Tuhan yang akan menopang dan menguatkanmu.