TUHAN PULIHKAN PADA WAKTUNYA
Ayub 42: 10-17
Ibu Ari sudah lama memendam perasaan
marah kepada ibu mertuanya. Penyebabnya adalah karena ibu mertuanya tidak
terlalu setuju ia menjadi menantunya dan tidak menerimanya dengan baik. Karena itu
Ibu Ari tidak mau berhubungan baik dengan ibu mertuanya. Seiring berjalannya
waktu, Ibu Ari menderita penyakit kulit yang membuatnya merasa sangat gatal dan
mengganggunya. Ia sudah berulang kali berobat ke dokter, tetapi penyakitnya tak
kunjung sembuh. Sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk berdamai dengan ibu
mertuanya. Ia pun sembuh dari penyakit kulit yang dideritanya. Tuhan telah
berkarya dengan luar biasa.
Ayub mengalami penderitaan yang bertubi-tubi, mulai dari kehilangan ternak, kehilangan anak, dihujat oleh istrinya, dan mengalami penyakit barah di sekujur tubuhnya. Di saat Ayub sedang terpuruk, sahabat-sahabatnya justru menyalahkan Ayub, sehingga menambah penderitaannya. TUHAN murka terhadap sahabat-sahabat Ayub yang tidak berkata benar tentang-Nya, karena itu Ia menyuruh mereka mempersembahkan kurban bakaran. Ayub berdoa untuk sahabat-sahabatnya, baru setelah itu TUHAN memulihkan keadaan Ayub.
Seringkali kita tidak mengerti mengapa kita mengalami penderitaan. Kita pun menyalahkan diri sendiri, bahkan menyalahkan Tuhan. Tak jarang orang-orang di sekitar kita justru menghakimi dan memperkeruh keadaan. Belajar dari Ayub, maka kita perlu berserah kepada Tuhan dan meyakini bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan menantikan waktu Tuhan untuk memulihkan keadaan. (Wasiat)
REFLEKSI:Pemulihan yang sempurna berasal dari Tuhan, bukan dari usaha kita sendiri, karena itu serahkan segalanya kepada Dia yang sanggup mengubahkan segalanya.