TUHAN BERKUASA MENGUBAH HIDUP MANUSIA
1 Samuel 2:1-8
Kita pasti pernah mendengar ungkapan, “Hidup itu berputar bagai
roda pedati,” yang menggambarkan kenyataan hidup yang selalu berubah. Ada
kalanya kita sehat, tetapi di lain waktu kita sakit. Orang kaya bisa menjadi miskin,
begitu pula sebaliknya. Ungkapan tersebut
mengingatkan kita bahwa ketika berada di atas, kita tidak boleh jumawa, sedangkan ketika
berada di bawah, kita tidak boleh berputus asa.
Hana adalah istri Elkana
yang tidak memiliki anak. Penina, istri kedua Elkana, melahirkan beberapa anak
sehingga menjadi sombong
dan menghina Hana. Hana
berdoa memohon agar TUHAN memperhatikan penderitaannya dan memberinya seorang
anak laki-laki. Ia pun berjanji akan mempersembahkan anak itu untuk melayani TUHAN.
Doanya dikabulkan. Setahun
kemudian, ia melahirkan Samuel, dan setelah disapih, ia menepati
janjinya dengan mengantarkan Samuel ke Bait Allah. Kini, ia adalah seorang ibu
yang berbahagia.
Kisah ini mengajarkan kita
untuk selalu menghargai orang lain dan tidak merendahkan mereka yang kurang
beruntung. Situasi dapat berbalik, dan kelak kita mungkin
justru membutuhkan bantuan mereka. Allah ingin kita saling mendukung dengan apa
yang kita miliki—yang kuat menolong yang lemah, yang memiliki lebih berbagi
dengan mereka yang kekurangan. Jika kita sedang terpuruk, jangan berhenti
berjuang, karena Allah pasti menolong. (Wasiat)
DOA:
Ya Tuhan, tolong kami untuk memiliki
kerendahan hati ketika sedang sukses dan daya juang
ketika sedang terpuruk. Amin.