TIDUR DAN BERMIMPI
Daniel 7:1-3, 15-18
Banyak orang tidak dapat tidur nyenyak. Bahkan, untuk dapat
tidur, mereka memerlukan obat penenang atau obat tidur. Ada juga orang yang
berkonsultasi dengan dokter atau psikiater karena mengalami gangguan tidur.
Kita mungkin kurang menghargai tidur dan bermimpi. Kita menganggap bahwa tidur dan bermimpi
adalah hal yang biasa saja. Beraktivitas sepanjang hari, lalu mengakhiri
hari dengan tidur dan bermimpi indah, mungkin merupakan bagian dari rutinitas
yang tidak kita anggap istimewa.
Menarik untuk melihat bahwa
Daniel memperoleh penglihatan penting melalui mimpi. Daniel mendapatkan
penglihatan melalui mimpi saat ia tidur. Melalui Daniel, kita belajar bahwa
kehadiran TUHAN dalam hidupnya juga dirasakan melalui tidur dan mimpi. Tidur dan
bermimpi sering kali tidak kita pandang sebagai cara Allah memelihara, bahkan
menyapa kita. Kita kurang menyadari bahwa kemampuan untuk bermimpi adalah berkat-Nya.
Jika hingga hari ini kita
masih bisa tidur nyenyak tanpa obat,
bahkan bisa bermimpi, bersyukurlah karena itu juga merupakan cara Tuhan menjaga
dan memelihara kita. Jika kita bisa tidur dan bermimpi, bersyukurlah karena
ternyata ada orang yang bahkan tidak bisa tidur, apalagi bermimpi. Dapat
bermimpi berarti kita bisa tidur nyenyak, dan itu semua adalah anugerah-Nya. (Wasiat)
REFLEKSI:
Dapat tidur dan bermimpi adalah bagian dari pemeliharaan Tuhan. Bersyukurlah.