TERPUJILAH NAMA TUHAN
Mazmur 113
Mentari pagi baru saja menyapa bumi.
Di sebuah rumah sederhana, terdengar suara merdu seorang ibu muda yang melantunkan
lagu pujian saat menyiapkan sarapan. Di sudut kota lain, seorang sopir taksi
menyetel radio yang menyiarkan lagu rohani di sela-sela
kemacetan. Meskipun berbeda
latar belakang dan aktivitas, mereka sama-sama memuji Tuhan. Suara pujian
itu bagaikan wewangian yang harum, memenuhi cakrawala, mengingatkan kita akan
kebesaran Allah yang layak dipuji dari ujung timur hingga ujung barat.
Mazmur 113:3
melukiskan betapa luas dan agungnya kerajaan
Allah. Ia tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dari terbitnya matahari hingga
terbenamnya, nama TUHAN patut dipuji. Kabar
baiknya adalah Allah
yang kita sembah adalah Raja semesta alam, yang
berkuasa atas segala bangsa dan suku.
Di hadapan-Nya, semua
manusia sama, layak untuk
datang dan menyembah. Tidak ada batasan geografis atau status sosial yang
menghalangi kita untuk menghampiri-Nya dan memuliakan nama-Nya.
Marilah kita
menjadikan setiap tempat sebagai altar pujian bagi-Nya. Kita dapat memuliakan
Tuhan melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. Hiduplah sebagai wujud nyata dari pujian yang kita naikkan.
Cerminkan kasih
dan kebenaran-Nya dalam setiap interaksi
dengan sesama. Dengan
demikian, kita turut serta dalam memenuhi cakrawala semesta dengan pujian bagi
Tuhan, dari ujung timur hingga ujung barat. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah setiap tempat dalam aktivitas hidupku telah dipenuhi pujian atas segala kebaikan Allah?