SERIUS
Yeremia 14:1-6
Serius berarti sungguh-sungguh. Serius dalam arti
sungguh-sungguh diwujudkan lewat kesungguhan niat dan usaha. Serius juga
berarti gawat atau genting yang umumnya menyangkut situasi.
Kedua arti kata “serius”
itu tergambarkan dalam bacaan
kita hari ini. Allah berfirman kepada Yeremia tentang musim kering yang akan
dihadapi Yehuda. Situasi yang gawat dan genting ini terjadi karena kehancuran
Yehuda yang dimulai dari robohnya gerbang. Mereka tidak bisa mendapatkan air di mana-mana. Ladang tidak bisa digarap
karena kekurangan air. Ternak pun kelaparan akibat tidak ada rumput dan
air yang dapat mereka makan. Situasi serius ini merupakan akibat dari dosa
mereka terhadap Allah, seperti pembangkangan terhadap perintah-Nya, menyembah
berhala, dan bersekongkol dengan Mesir. Situasi yang akan dialami
oleh Yehuda adalah
situasi yang serius. Mereka
menjerit kepada Allah
di Yerusalem. Situasi genting ini menunjukkan betapa
Allah serius terhadap dosa umat Israel.
Allah harus mendatangkan situasi serius kepada
umat-Nya agar mereka kembali berbalik kepada- Nya.
Allah bersikap serius
terhadap dosa. Allah pun menuntut umat-Nya untuk serius dalam beriman kepada- Nya. Kesungguhan hidup beriman
kepada-Nya perlu terus kita usahakan. Walaupun sulit, kita
harus terus berusaha taat kepada Tuhan, agar tidak terjadi situasi serius pada kita. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, Engkau amat serius
terhadap dosa. Ampunilah kami karena kami tidak serius melawan
dosa. Tolong kami agar serius menaati-Mu. Amin.