SAKSI KEBANGKITAN
Lukas 24:44-53
Banyak kisah pekabaran Injil yang membuat kita terkesima. Para penginjil
rela meninggalkan kampung halaman dan sanak saudara, lalu pergi ke negeri yang
jauh. Dari Eropa mereka datang ke Asia dan Indonesia. Para pendeta dan
misionaris rela pergi dan tinggal di daerah pedalaman. Mereka adalah saksi yang
hebat!
Seorang saksi tidak hanya
berkata-kata tentang kebenaran, melainkan sungguh menghidupi kebenaran itu. Dengan
matanya ia melihat kebenaran. Hatinya diisi oleh kebenaran, dan ia sudah
mengalami indahnya tinggal di dalam kebenaran itu. Yesus berkata kepada para
murid- Nya, “Kamulah saksi-saksi dari semuanya ini.” Sebab mereka sudah
mengetahui kesaksian Kitab Suci tentang Mesias. Mereka sendiri sudah melihat
Yesus—bagaimana Ia melayani sampai mati di kayu salib dan bangkit pada hari
yang ketiga. Karena itu, mereka harus pergi untuk memberitakan tentang
pertobatan dan pengampunan di dalam Yesus Kristus. Bukan hanya kepada orang
Israel di Yerusalem, tetapi segala bangsa.
Sahabat, menjadi saksi
kebangkitan Kristus yang memberitakan pertobatan dan pengampunan adalah
tanggung jawab kita. Mungkin kita tidak seperti
misionaris yang harus meninggalkan kampung halaman dan sanak saudara.
Namun, kita juga dipanggil menjadi saksi yang hebat, yaitu menghidupi dengan sungguh kebenaran yang
kita kenal di dalam Kristus,
agar orang lain dapat mengenal
Kristus. (Wasiat)
REFLEKSI:
Saksi kebangkitan Kristus memperlihatkan gaya hidup Kristus, yang tak sekadar tahu tentang kebenaran, tetapi menghidupinya dengan utuh.