MILIKILAH HIKMAT DALAM DIRIMU!
Amsal 8:22-31
Ketika Allah memberi kesempatan kepada Raja Salomo untuk memilih
apa yang akan diberikan kepadanya, Salomo tidak meminta kekayaan atau
kekuasaan, melainkan hikmat. Salomo sadar bahwa sebagai raja, ia harus mampu berlaku
adil. Oleh karena
itu, yang ia butuhkan adalah
hikmat, yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan yang bijak dan bermanfaat
bagi semua.
Hikmat sudah ada bahkan
sebelum segala sesuatu dijadikan. Ia digambarkan selalu ada bersama-sama dengan
Allah dan turut hadir ketika Allah menciptakan segala sesuatu. Hikmat
mengetahui apa yang menjadi kehendak Allah atas ciptaan-Nya. Oleh karena itu,
hikmat seharusnya menjadi sumber acuan untuk memahami kehendak Allah.
Jika kita membaca
dari ayat pertama,
kita akan mengetahui betapa pentingnya bagi manusia—siapa
pun dia—untuk memiliki hikmat dalam dirinya agar dapat
berpikir, berkata-kata, dan bertindak dengan benar.
Apa yang membuat kita dapat menjalani
hidup dengan hati yang damai dan penuh sukacita? Pertama, ketika kita memiliki hubungan
yang baik dengan semua orang. Kedua,
ketika segala yang kita kerjakan berhasil dan memberi manfaat bagi
banyak orang. Semua ini hanya dapat terwujud jika kita memiliki hikmat dalam
diri kita. Mari gunakan momen akhir tahun ini untuk mempersiapkan diri
menjalani tahun berikutnya dengan lebih berhikmat. (Wasiat)
DOA:
Ya Tuhan, berikanlah hikmat-Mu dalam diri kami,
agar kami dibimbing untuk
hidup seturut kehendak-Mu. Amin.