MENGEJAR KEUNTUNGAN
Yeremia 22:11-17
Untuk format audio klik disini
Ada banyak jalan untuk memperoleh kekuasaan, melalui jenjang karier, prestasi, dan juga ordal atau “orang dalam”. Tidak sedikit orang yang tega berbuat curang demi memperoleh jabatan tertentu. Mereka tak segan untuk mengorbankan orang lain agar kekuasaannya tetap bertahan atau malah naik jabatan.
Hal itu juga yang terjadi pada Raja Yoyakim. Kelalimannya nyata di hadapan TUHAN. Ia tidak suka pada kebenaran dan melecehkan keadilan. Ia tega untuk tidak membayarkan upah kepada para pekerja. Pemerasan, penganiayaan, dan pertumpahan darah adalah hal yang lumrah bagi Yoyakim, demi mempertahankan kekuasaannya. Firman TUHAN malah memberi catatan bahwa mata dan hati Raja Yoyakim hanya tertuju pada pengejaran keuntungan. Terlebih, Yoyakim mementingkan tampilan luar yang menarik seperti istana yang megah, tetapi tidak memperjuangkan hak-hak rakyatnya. Pengejaran akan kepuasan dirinya tidak diimbangi dengan penegakan kebenaran dan keadilan. Ia berpikir bahwa tolak ukur status raja adalah dari kemegahan istana semata. Hal inilah yang membuat Allah murka terhadap Yoyakim.
Tidak ada salahnya bila kita berbenah
diri untuk menunjukkan penampilan yang baik. Apalagi sebagai pemimpin, tentu
akan menjadi contoh yang baik bila penampilan luar kita rapi dan menarik.
Namun, seorang pemimpin harus menegakkan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.
Pemberian upah yang layak bagi pekerja pun jangan sampai diabaikan, sebab
itulah kebenaran, yaitu memberikan hak-hak pekerja. Mengejar keuntungan boleh saja,
tetapi jangan dengan cara menekan atau menindas orang lain. (wasiat)
DOA: Ya Tuhan, ajar kami untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan, bukan hanya mengutamakan tampilan luar saja. Amin.