MENGALAH UNTUK MENANG
Matius 2:13-23
Kita mungkin pernah
menonton video tentang
kecelakaan di jalan raya. Kadang penyebabnya sepele, yaitu ketika sopir
tidak mau saling mengalah. Akibatnya, terjadi serempetan yang kadang berujung
fatal. Seharusnya, kita
mengingat kalimat bijak yang berbunyi, “Mengalah untuk menang”. Artinya, untuk
mewujudkan apa yang kita inginkan, kadang kita harus mengalah, tetapi
itu tidak berarti kalah.
Ketika Herodes mendengar
dari para majus bahwa seorang raja telah lahir, ia sangat marah dan berencana
membunuh bayi itu. Saat itulah malaikat datang kepada Yusuf dan memintanya segera
berkemas untuk membawa bayi itu mengungsi ke tempat yang
aman. Dengan taat, Yusuf melakukan apa yang diperintahkan kepadanya tanpa membantah, apalagi mempertanyakan pertolongan Tuhan. Karena ketaatan Yusuf,
bayi itu selamat dari pembunuhan massal yang dilakukan oleh Herodes.
Mengalah adalah sikap yang membutuhkan kebesaran hati, kebijaksanaan, dan cinta,
yang selalu berusaha mencari cara terbaik untuk mencapai hasil terbaik.
Komunikasi dalam keluarga dapat menjadi renggang ketika tidak ada yang mau
mengalah, merasa paling benar, dan memaksakan kehendak. Kita tentu tidak ingin
membiarkan suasana permusuhan mewarnai hubungan dengan keluarga besar. Maka,
mari hadirkan cinta satu sama lain, tidak perlu ngotot, dan utamakan sikap
mengalah demi mewujudkan kebaikan bagi semua. (Wasiat)
DOA:
Tuhan yang penuh kasih, buanglah ego kami, biarlah hati kami selalu dihangatkan oleh api cinta-Mu untuk kami pancarkan di sekitar kami. Amin.