MENABUR KEBAIKAN, MENUAI BERKAT
Hosea 10:9-15
Pagi ini, saya melihat video
pendek tentang seorang
anak kecil yang dengan gembira menaburkan biji bunga matahari
di tanah yang subur. Ia melakukannya dengan penuh semangat dan harapan
bahwa bunga-bunga yang indah akan tumbuh di kemudian hari. Melihat semangat
anak itu, saya teringat sebuah
proses berharga terkait kehidupan kita semua. Bukankah
dalam anugerah kasih
Tuhan, setiap harapan dan
tindakan baik yang dilakukan hari ini, kelak tidak akan pernah menjadi sia-sia?
Bangsa
Israel terpuruk karena dosa-dosa mereka. Namun, di tengah peringatan keras dari Allah,
tetap ada kabar
baik yang ditawarkan. Allah
merindukan pertobatan umat-Nya dan siap melimpahkan berkat-Nya bagi mereka yang kembali
kepada-Nya. Apa yang ditaburkan, itulah
yang akan dituai. Jika umat-Nya menabur keadilan, mereka akan menuai kasih
setia Allah. Allah selalu setia pada janji-Nya.
Meskipun umat- Nya sering
kali gagal dan mengecewakan-Nya, Allah
tetap mengasihi mereka. Allah rindu supaya mereka berdamai dengan-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari,
kita dipanggil untuk menabur kebenaran dan kebaikan. Ini berarti hidup jujur, adil, dan penuh kasih kepada sesama, baik di
tempat kerja, di sekolah, di rumah, maupun di media sosial. Taburlah benih- benih kebaikan
melalui perkataan dan perbuatan kita. Setiap
tindakan kecil yang kita lakukan
akan menghasilkan buah. Percayalah, Allah Yang Mahabaik
setia memberkati kita dengan anugerah-Nya. (Wasiat)
REFLEKSI:
Tindakan kebaikan apa yang
akan aku taburkan hari ini?