MEMOHON BELAS KASIHAN TUHAN
Mazmur 123
“Self-serving bias”
adalah sebuah istilah dalam psikologi yang merujuk pada kecenderungan manusia
untuk menyalahkan faktor eksternal ketika mengalami hal-hal buruk dan
memberikan penghargaan kepada diri sendiri ketika hal-hal baik terjadi. Dengan
kata lain, self-serving bias adalah
suatu kondisi di mana kita tidak pernah sanggup memeriksa diri dengan benar.
Kita akan selalu menganggap diri kita benar, sedangkan orang lain salah.
Pemazmur mengungkapkan
bagaimana seharusnya kita sebagai manusia memandang TUHAN, yaitu seperti
seorang hamba yang memandang tuannya
dan memohon belas kasihan.
Pemazmur mengajak umat untuk menempatkan diri sebagai manusia yang membutuhkan belas kasihan
TUHAN. Bagai seorang hamba yang matanya
tertuju pada tuannya, demikianlah manusia memandang TUHAN.
Dalam hidup, kita cenderung
merasa diri benar dan tidak cukup menyadari kebutuhan akan belas kasihan Tuhan. Kita juga cenderung
kurang objektif dalam menilai
diri sendiri, bahkan tidak jarang kita lalai untuk memeriksa diri. Kita sering datang dengan sikap pongah dan sombong. Mari kita belajar untuk datang
dengan kerendahan hati untuk memohon belas kasihan-Nya. Mari kita ubah cara
kita berdoa, tidak hanya datang untuk meminta, tetapi juga dengan menyadari
betapa kita membutuhkan kasih dan belas kasihan Tuhan. (Wasiat)
REFLEKSI:
Datanglah ke hadirat-Nya dengan rendah hati dan memohon belas kasihan, karena kita hanyalah seorang pendosa.