MEMBUAT WANGI

Yohanes 12:1-11


Banyak orang menyukai minyak wangi. Bahkan, demi mendapatkan minyak wangi terbaik, orang rela membayar mahal. Minyak wangi dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya menjadi kebutuhan, melainkan juga simbol gaya hidup modern. Namun, pada masa kini, lebih indah lagi apabila sikap dan tindakan kita juga “wangi”.

Maria menjadi contoh yang baik tentang bagaimana membuat hidup menjadi wangi. Pertama, Maria tahu siapa yang ia layani. Karena itu, ia setia menemani Yesus berbincang. Kedua, ia memberikan yang terbaik karena tahu bahwa Yesus adalah Guru dan Tuhan yang telah membangkitkan Lazarus. Minyak narwastu yang mahal ia pakai untuk meminyaki kaki Yesus. Ketiga, Maria tidak hanya memberikan apa yang ia miliki, tetapi juga mempersembahkan dirinya. Ia menyeka kaki Yesus dengan rambutnya, mahkota seorang perempuan. Maka, bukan hanya wangi narwastu yang tercium semerbak, melainkan juga hidup Maria yang sungguh-sungguh menjadi wangi.

Sahabat, janganlah hanya membuat tubuh kita wangi dengan minyak wangi, tetapi hidup kita sendiri harus wangi. Dunia membutuhkan teladan hidup yang harum. Karena itu, arahkanlah hidup kita kepada Kristus. Teruslah mempersembahkan yang terbaik bagi-Nya. Ungkapkan hal itu kepada sesama yang kita temui setiap hari. Lakukanlah yang terbaik seperti untuk Kristus. Jangan menghitung untung dan rugi, sebab kasih yang dibagi tidak akan pernah merugikan. (Wasiat)

 

REFLEKSI:
Mari membuat hidup menjadi wangi dengan kasih, sebab tak rugi kita berbagi, apalagi kalau kita melakukannya demi kemuliaan Kristus.

Share this Post