MEMAHAMI KEADILAN
Amsal 28:3-10
Pada suatu siang yang terik, seorang ibu tua berjalan
tertatih-tatih pulang dari pasar yang ramai. Keranjang belanjaannya tampak
berat, dan keringat membasahi wajahnya yang keriput. Datanglah seorang pemuda
menghampiri ibu itu, lalu menawarkan bantuan untuk membawakan belanjaannya. Ibu
itu awalnya ragu, tetapi akhirnya menerima tawaran pemuda tersebut dengan
senyuman tulus. Pemuda itu bahkan membantu ibu itu naik ke bus dan memastikan
ia mendapatkan tempat duduk. Kebaikan pemuda itu mungkin dianggap sepele oleh
sebagian orang, tetapi apa yang dilakukannya telah mencerminkan kasih Allah,
dengan peduli terhadap mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan.
Orang yang sungguh-sungguh
mencari Tuhan akan dikuatkan oleh kuasa
Tuhan supaya hidup
selaras dengan kehendak-Nya.
Hati mereka menjadi hati yang tertuju pada Allah dengan pemahaman rohani yang
mendalam. Mereka menjadi bijaksana untuk menunjukkan kasih yang tulus kepada sesama. Sebaliknya,
mereka yang jahat, menolak Tuhan, dan
hidup dalam kefasikan pasti kehilangan arah, terombang-ambing dalam kebingungan
dan kegelapan moral.
Percayalah, Allah sanggup menerangi hati dan pikiran kita. Roh-Nya menuntun kita kepada kebenaran dan kasih sehingga kita memperoleh hikmat untuk mengelola hidup menjadi semakin berdampak baik bagi sesama. Kita yang mencari Tuhan akan dimampukan untuk mengerti, supaya kasih selalu dinyatakan dalam setiap kesempatan. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah aku mau menerima hikmat Tuhan untuk memahami dan menghidupi kasih, keadilan, dan kebenaran?