MABUK LAHIRKAN LAKNAT
Daniel 5:1-12
Setelah seseorang sadar
dari mabuknya, biasanya
ia tidak mengingat apa yang
telah dikatakan atau dilakukannya saat mabuk. Orang mabuk dapat membongkar
rahasia pribadi maupun keluarga, sehingga mempermalukan dirinya sendiri. Orang
mabuk juga dapat menghina Tuhan.
Mabuk berarti hilang kesadaran
atau lupa diri. Mabuk juga dapat berarti sangat
gemar atau tergila-gila terhadap sesuatu. Raja Belsyazar lupa diri karena
mabuk. Ia mabuk karena tergila-gila minum anggur. Ia bahkan meminum anggur dari
peralatan suci Bait Allah yang dirampas oleh ayahnya sewaktu menyerang
Yerusalem. Peralatan suci yang terbuat dari emas dan perak tersebut seharusnya
disimpan di tempat maha kudus dan hanya boleh disentuh oleh imam besar untuk
keperluan ibadah. Peralatan tersebut harus diperlakukan dengan hati-hati dan
hanya oleh orang-orang yang dikhususkan. Namun, Belsyazar justru menggunakan
peralatan kudus itu untuk bermabuk-mabukan dan memuaskan kegemarannya meminum
anggur. Tindakan itu adalah penghinaan terhadap Allah. Karena itu, Allah murka
dan menghukum Belsyazar dengan keras. Malam itu juga ia meninggal dunia.
Berhati-hatilah agar kita tidak mabuk, termasuk dalam arti tergila-gila kepada suatu barang, orang, atau perbuatan tertentu. Hal itu dapat membuat kita lupa diri dan menghina Tuhan, sehingga menuai kutukan-Nya. (Wasiat)
DOA: Tuhan, jagalah hati dan pikiran kami agar tidak mabuk oleh apa pun dan kepada siapa pun. Kami hanya mau taat dan menyembah-Mu. Amin.