LEBIH DARI SEKADAR HARTA
Amsal 17:1-5
Ada sebuah keluarga sederhana yang tinggal di rumah kecil. Makanan mereka
seadanya bahkan terkadang hanya nasi dan kerupuk. Namun, di rumah itu terdengar
tawa riang, canda, dan sikap saling menghargai. Anak-anak bermain dengan gembira,
orangtua saling mendukung, dan suasana
damai menyelimuti mereka.
Di sisi lain,
ada keluarga kaya raya yang tinggal di rumah megah.
Meja makan mereka selalu penuh dengan hidangan lezat. Namun, suasana di rumah
itu tegang, dipenuhi pertengkaran dan pertikaian. Orangtua sibuk dengan
pekerjaan masing-masing. Anak- anak bertengkar memperebutkan harta warisan. Tidak
ada keharmonisan di antara mereka. Manakah keluarga yang sesungguhnya
lebih berbahagia?
Allah lebih menghargai
kedamaian dan kerukunan daripada kelimpahan materi. Kebahagiaan sejati tidak
terletak pada kekayaan atau kemewahan, melainkan pada
hubungan yang harmonis dan saling mengasihi.
Allah yang adalah sumber damai sejahtera, rindu agar kita hidup dalam
ketenteraman, baik dalam keluarga maupun dengan sesama. Ia ingin
kita menikmati berkat-Nya dalam suasana damai, bukan di tengah-tengah konflik dan perselisihan.
Marilah mengutamakan
hubungan yang baik dengan keluarga dan sesama. Hadirkan ketenangan dan sukacita
bagi orang-orang di sekitar kita. Ingatlah bahwa sekerat roti yang dinikmati
bersama dalam damai, jauh lebih berharga daripada pesta pora yang dipenuhi pertikaian. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah aku sudah menciptakan kedamaian di tengah keluargaku?