KEMURAHAN HATI
Kejadian 33:1-17
Adik dan kakak tidak selamanya akur. Keributan kecil dapat terjadi. Bahkan seiring waktu, bukan tidak mungkin hubungan persaudaraan dapat rusak karena perselisihan besar. Hal inilah yang terjadi dalam hubungan persaudaraan antara Yakub dan Esau.
Perselisihan Yakub dan Esau bukanlah hal yang kecil. Perselisihan ini berkaitan dengan hak-hak di antara mereka. Akan tetapi, perselisihan itu pun berakhir. Yakub, dengan berbagai persembahan yang telah dia siapkan, dating kepada Esau untuk meminta maaf dan berdamai. Apa yang terjadi selanjutnya juga tidak kalah mengejutkan. Esau menolak semua pemberian Yakub, tetapi Esau tetap memaafkan Yakub. Akan tetapi, Yakub mendesak Esau agar mau menerima pemberiannya. Permintaan Yakub kepada Esau adalah kemurahan hati. Ungkapan Yakub kepada Esau bahwa “melihat wajahmu saja bagiku serasa melihat wajah Allah” menyiratkan makna bahwa Esau telah memancarkan kemuliaan Allah dalam hidupnya. Ditegaskan pula oleh Yakub bahwa Esau berkenan kepadanya dan memaafkan dia.
Perdamaian antara Yakub dan Esau
menunjukkan bahwa tidak ada perselisihan yang abadi bila ada kemurahan hati.
Kita pun dapat memancarkan wajah Allah melalui pengampunan dan menyambut mereka
yang berselisih dengan kita. Tunjukkanlah kemurahan hati dalam setiap perselisihan
yang terjadi.(Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, kiranya kami memiliki kemurahan hati untuk berdamai dalam setiap perselisihan yang terjadi di antara kami. Amin.