KASIH YANG TULUS DI TENGAH KELUARGA
Mazmur 101
Di
tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, keluarga Bapak Bowo dan Ibu Ati sering kali
diwarnai pertengkaran kecil. Kesibukan masing-masing membuat mereka jarang
berkomunikasi dengan baik. Anak-anak mereka pun mulai terpengaruh, sering kali bersikap acuh dan lebih asyik
dengan gawai masing-masing. Keluarga ini sedang menghadapi bahaya laten egoisme.
Kasih menjadi sekadar slogan dan tidak diterapkan.
Allah rindu hadir
di tengah keluarga kita untuk menjadikan rumah kita tempat yang penuh kasih dan
ketulusan. Keluarga adalah gereja kecil, tempat kasih dan ketulusan dilatih. Kasih yang
tulus berarti bersedia mengampuni kesalahan, mengutamakan kepentingan bersama,
dan rela berkorban satu sama lain. Tentu ini bukanlah hal yang mudah, tetapi bukan hal yang mustahil.
Allah akan memampukan jika kita sungguh-sungguh rindu menghidupi kasih-Nya dalam keluarga.
Mulailah dari hal-hal kecil untuk mewujudkan kasih di tengah keluarga. Luangkan waktu untuk berdoa dan membaca firman Tuhan bersama. Sediakan waktu untuk berbincang dan mendengarkan satu sama lain dengan penuh perhatian. Jangan jadikan rumah seperti hotel yang sekadar menjadi tempat istirahat dan makan saja. Jadikanlah rumah sebagai komunitas yang nyaman dan penuh kehangatan, tempat di mana setiap anggota keluarga merasa dikasihi dan dihargai. Percayalah, dengan bimbingan Roh Kudus, keluarga kita akan menjadi cerminan kasih Allah dan menjadi berkat bagi sesama. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah aku sudah mengasihi keluargaku dengan tulus?