KASIH YANG MEMBUNGKUK
Yohanes 13:1-17,31b-35
Ukuran terbesar dari kasih bukanlah seberapa tinggi kita
berdiri, tetapi seberapa
besar kesediaan kita merendahkan
diri untuk melayani. Kesediaan untuk melayani dengan kerendahan hati sangat berkenan
di mata Tuhan. Bagi Tuhan,
ukuran kebesaran seseorang
tidak ditentukan oleh posisi,
kedudukan, atau jabatannya di masyarakat, melainkan oleh kesediaannya untuk melayani sesama
dengan kerendahan hati.
Kesediaan untuk melayani sangat ditekankan Yesus kepada para murid-Nya. Dalam peristiwa pembasuhan kaki, Yesus mengajar
para murid-Nya bahwa setiap orang yang percaya
kepada-Nya harus bersedia saling merendahkan diri dan melayani.
Pembasuhan kaki dilakukan Yesus untuk memberi
teladan kepada para murid tentang bagaimana seharusnya
mereka bersikap dan bertindak terhadap sesama. Kesediaan
mereka untuk saling melayani menunjukkan identitas mereka
sebagai pengikut Kristus
(ayat 35).
Dunia mengajarkan bahwa kebesaran diukur dari seberapa banyak kita dilayani, tetapi Yesus mengajarkan bahwa kebesaran
sejati terwujud dari seberapa besar kerinduan kita untuk melayani-Nya dengan kerendahan hati melalui sesama
yang kita jumpai dalam kehidupan
ini. Maukah kita mengikuti
teladan-Nya? Mari melayani dengan hati yang tulus, karena di dalam kasih dan pelayanan, kita menunjukkan
identitas sejati kita sebagai murid Kristus. Mari kita belajar
membungkuk, karena di situlah
letak kebesaran sejati. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, ajarlah dan mampukanlah kami melayani sesama dalam kerendahan hati seperti yang Engkau teladankan kepada kami. Amin.