JANGAN SERAKAH
Amsal 28:11-28
Bu Ani, seorang
pedagang, sangat cekatan
melayani para pembeli. Tawaran demi tawaran harga dilontarkan, negosiasi
alot pun terjadi. Di tengah tawar-menawar itu, ada yang bersikeras menawar
dengan harga yang sangat rendah, bahkan hampir merugikan Bu Ani. Ada pula yang bernegosiasi dengan sopan dan jujur, serta
menghargai kerja keras Bu Ani. Meskipun lelah, Bu Ani tetap melayani dengan sabar dan tulus. Ia percaya, rezeki
telah diatur oleh Tuhan.
Kejujuran dan kerja kerasnya akan membawa berkat. Dia tidak takut kekurangan atau tergoda untuk berlaku curang demi keuntungan lebih. Ia percaya
bahwa Tuhan yang memelihara hidupnya.
Penulis Amsal memberikan nasihat
bahwa kepercayaan kepada TUHAN
akan memberi kelimpahan. Bukan hanya secara
materi, tetapi juga kelimpahan kedamaian dan sukacita dalam hati. TUHAN memberkati orang yang jujur dan bekerja
keras. Keyakinan ini menjadi kekuatan
untuk menghadapi tantangan dan godaan hidup serta memelihara iman agar tetap teguh.
Sebaliknya, sikap loba akan menimbulkan pertengkaran.
Marilah kita menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab dalam pekerjaan sehari-hari. Percayalah bahwa Tuhan akan mencukupi
semua kebutuhan kita. Jangan biarkan keserakahan menguasai hati, karena hanya akan membawa
perselisihan dan kehancuran. Jangan pernah kehilangan kepercayaan penuh kepada Tuhan, sebab sesuai janji-Nya, Ia
akan memberkati hidup kita dengan kelimpahan
yang sejati. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah masih ada sikap serakah dalam diriku?