JADILAH ORANG BERHIKMAT
Amsal 1:1-7
Untuk format audio klik disini
Seorang mahasiswa muda datang menemui
Blaise Pascal, filsuf Perancis tersohor. Kepada Pascal ia mengatakan:
“Seandainya saya memiliki otak seperti Anda, pasti saya akan menjadi orang yang
pintar.” Sang filsuf merenung sejenak lalu menanggapi perkataan mahasiswa itu
dengan bijaksana: “Hai anak muda, jadilah orang pintar, pasti engkau memiliki
otak seperti saya.”
Pasal pertama Kitab Amsal menjelaskan tujuan penulisan kitab tersebut, yaitu untuk membimbing pembacanya agar dapat hidup bijaksana dan melakukan kebenaran. Kata hikmat yang muncul sebanyak 41 kali dalam Kitab Amsal menunjukkan betapa pentingnya memiliki hikmat dalam seluruh aspek kehidupan. Penulis Amsal menegaskan bahwa awal dari hidup berhikmat adalah takut akan TUHAN, sebab Dialah Sang Sumber Hikmat dan Pengetahuan. Takut akan TUHAN berarti menunjukkan sikap hormat dan tunduk kepada kedaulatan Allah serta menaati segala perintah-Nya. Orang yang takut akan TUHAN adalah orang yang setiap langkah kehidupannya dipimpin oleh hikmat-Nya.
Untuk menjadi orang yang berhikmat, kita perlu belajar dari kebenaran firman Tuhan, bukan hanya sekadar menimba pengetahuan semata. Penulis Amsal menegaskan bahwa orang yang berhikmat adalah ia yang bersedia menerima didikan Tuhan sehingga ia dapat memahami dan melakukan kehendak-Nya. Dengan demikian kehidupannya dapat menginspirasi orang lain dalam menggunakan kecerdasannya untuk melakukan Tindakan yang bermanfaat. (Wasiat)
REFLEKSI:
Hikmat memampukan orang untuk memahami kebenaran dan sesungguhnya semuanya itu berasal dari Tuhan saja.