HARTA DUNIAWI UNTUK KEMAH ABADI
Lukas 16:1-13
Saya membaca pesan WhatsApp dari sahabat saya yang sedang
mengerjakan proyek sosial kemanusiaan. Ia menjelaskan kebutuhan dana untuk proyek tersebut dengan penuh
harap. Saya teringat dompet yang cukup tebal di saku, berisi biaya hidup untuk
sebulan ini. Sesaat muncul perdebatan dalam
hati antara keinginan untuk mentraktir diri sendiri dengan makanan enak sepulang kerja atau berbagi dana dengan sahabat saya itu.
Bendahara yang tidak jujur
dalam bacaan kita hari ini dipuji karena kecerdikannya dalam menggunakan harta duniawi untuk mengamankan masa depannya. Yesus
hendak mengingatkan bahwa “Mamon yang tidak jujur” atau harta
duniawi hanyalah bersifat sementara. Namun, kita tetap dapat
menggunakannya dengan bijak untuk
membangun “kemah abadi” di surga. Kita dapat menolong sesama, bermurah
hati, dan mendukung pekerjaan kasih. Dari bacaan ini, kita memahami bahwa Kristus dapat
menggunakan mereka yang tampak “tidak layak” untuk menjelaskan arti kasih yang berhikmat.
Setiap orang yang mau menggunakan harta duniawi untuk menyatakan kasih dan
kepedulian kepada sesama akan berbahagia.
Pertanyaan bagi kita: sudahkah kita menggunakan harta duniawi yang Tuhan percayakan untuk membangun “kemah abadi”? Marilah kita meneladani
bendahara yang cerdik, bukan dalam
ketidakjujurannya, melainkan dalam kebijaksanaannya menggunakan harta duniawi untuk tujuan kasih. Mari kita menjadi jalan berkat bagi sesama demi memuliakan nama Tuhan. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah aku sudah melanjutkan berkat Tuhan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan?