DERITA BUKAN AKHIR
Markus 10:32-34
Berbuat baik bukan jaminan bahwa kita akan terus mendapatkan
hal-hal yang baik. Hidup yang kompleks ini
tidak sesederhana itu. Kita sudah berusaha mematuhi aturan lalu lintas, tetapi
kita bisa saja ditabrak oleh orang lain yang tidak disiplin.
Yesus sendiri mengalami pergumulan dan penderitaan yang
hebat. Ia tidak berbuat salah dan dosa. Akan tetapi, Injil Markus dan
Injil-injil yang lain menyaksikan bahwa Ia ditangkap dan disiksa. Orang-orang
mengolok-olok, meludahi, mencambuk, dan membunuh Dia. Bayangkan, Yesus Kristus
saja mengalami semua itu. Bukan berarti manusia harus nrimo begitu saja segala bentuk
perlakuan yang tidak adil, tetapi realitas hidup tidak sesederhana
hukum: “Yang berbuat baik pasti mendapatkan hal yang baik, yang berbuat jahat
pasti mendapatkan yang jahat.” Yesus tidak jahat, tetapi Dia ditimpa kejahatan. Akan tetapi,
itu bukan akhir cerita. Pada hari yang ketiga, Ia bangkit. Kebenaran
pada akhirnya menang, setelah melewati proses yang rumit dan tidak adil.
Jika hari ini kita sedang
mengalami penderitaan, yakinlah itu bukan akhir. Izinkan Yesus Kristus berkarya
dalam pergumulan kita. Yang penting, kita mau jujur dan terbuka kepada-Nya. Rancangan Tuhan bagi setiap orang itu indah. Teruslah berbuat baik dan
benar. Dia yang bangkit akan melakukan bagian-Nya. Kemenangan itu akan datang! (Wasiat)
REFLEKSI:
Kemenangan akan terasa manis jika diraih melalui proses yang menyakitkan. Maka, teruslah berjuang walau sakit!