DARI RUTINITAS KE SUKACITA
Mazmur 100
“Bahaya terbesar dari rutinitas bukanlah kebosanan, melainkan
kehilangan makna dari apa yang kita lakukan.” Kalimat bijak ini mengingatkan kita bahwa bahaya terbesar
dari rutinitas bukanlah rasa jenuh
atau kebosanan, melainkan ketika kita kehilangan makna dari apa yang kita lakukan. Hal
ini sangat relevan dengan ibadah kita. Ketika ibadah menjadi sekadar kebiasaan, kita kehilangan
makna sejatinya, yaitu perjumpaan dengan Tuhan yang menumbuhkan spiritualitas
kita.
Mazmur 100 adalah seruan sukacita bagi semua orang untuk datang ke hadapan TUHAN dengan
hati yang bersyukur. Pemazmur mengajak kita bersorak-sorai bagi TUHAN,
beribadah dengan sukacita, dan menyanyikan pujian syukur sebagai pengakuan
bahwa Dialah Allah yang
menciptakan dan memelihara kita. Ketika kita beribadah dengan kesadaran ini,
ibadah kita akan menjadi sarana perjumpaan dengan Tuhan dan perayaan akan
kasih-Nya dalam hidup kita.
Saat ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa makna, kita hanya hadir secara fisik. Namun, ketika kita sadar bahwa “TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya” (ayat 5), ibadah yang kita lakukan akan dipenuhi sukacita dan menjadi ekspresi hati yang penuh syukur karena mengenal kasih serta kesetiaan Allah kepada kita. Mari melangkah keluar dari rutinitas dan masuk ke dalam hadirat-Nya dengan penuh sukacita! Selamat beribadah! (Wasiat)
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk beribadah dengan sukacita sehingga kami mengalami perjumpaan dengan-Mu yang mematangkan spiritualitas kami. Amin.