BERTUMBUH DALAM KOMUNITAS
Yohanes 20:19-31
Sekelompok pendaki muda mencoba menaklukkan puncak gunung yang
terjal. Di tengah perjalanan, badai besar datang. Rasa takut menguasai diri mereka, dan salah
seorang pendaki merasa putus asa serta hampir menyerah.
Namun, teman-temannya tidak membiarkan
hal itu terjadi.
Mereka saling berpegangan tangan, menyemangati, dan berbagi peralatan.
Karena saling meneguhkan satu sama lain, akhirnya mereka berhasil mengatasi
tantangan dan mencapai puncak gunung tersebut.
Hal serupa juga terjadi dalam
teks Yohanes 20:19–
31. Setelah kematian Yesus, para murid ketakutan dan
bersembunyi. Namun, di dalam komunitas itulah Yesus hadir, memberi damai, dan
menguatkan iman mereka. Bahkan Tomas, yang sempat meragukan kebangkitan Yesus,
diteguhkan kembali melalui kesaksian komunitas dan perjumpaannya dengan Yesus.
Tidak ada seorang
pun yang dilupakan atau terabaikan. Semuanya diperhatikan dan
diteguhkan.
Dari kisah tersebut kita belajar bahwa iman kita dikuatkan dalam kebersamaan, dalam persekutuan, dalam komunitas yang bersedia meneguhkan satu sama lain. Di dalam komunitas yang saling meneguhkan, iman menemukan rumahnya, harapan menemukan suaranya, dan kasih menemukan kekuatannya. Mari kita bentuk komunitas kita—keluarga, gereja, dan sebagainya— sebagai tempat di mana iman, kasih, dan pengharapan tumbuh kuat karena Yesus hidup di tengah-tengah kita. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk menjadi bagian dari komunitas yang saling menguatkan, mendukung, dan membangun iman sesama kami. Amin.