BERMEGAH KARENA MENGENAL ALLAH
Yeremia 9:17-26
Ada anggapan bahwa kita boleh bersikap sombong jika memang ada
hal yang bisa disombongkan. Misalnya, jika kita kaya, pintar, ganteng, atau
cantik, maka kita boleh sombong. Jika kita tidak pintar, tidak ganteng, tidak
cantik, atau tidak kaya, maka kita tidak pantas bersikap sombong. Benar atau
tidak, ya, anggapan ini?
Dalam bacaan kita, kata
bermegah berasal dari kata “halal” (bahasa
Ibrani) yang artinya membanggakan atau menyombongkan diri. Sebenarnya, tak ada
apa pun yang patut kita sombongkan karena semua yang ada pada kita
merupakan pemberian atau dipercayakan Allah kepada kita. Tuhan berfirman, jika
kita mau bermegah, maka bermegahlah bukan karena kebijaksanaan, kekuatan, atau kekayaan kita. Kita boleh bermegah
atau merasa bangga karena memahami dan mengenal Allah yang menunjukkan kasih
setia, keadilan, dan kebenaran di bumi. Memahami dalam bahasa Ibrani adalah
“sakal” yang berarti mengakui, sedangkan mengenal dalam bahasa Ibrani adalah
“yada” yang artinya mengenal dengan sangat baik dan dekat.
Jika kita mau bermegah,
baiklah karena kita mengakui dan mengenal betul Tuhan yang menyatakan kasih
setia, keadilan, kebenaran di bumi ini. Mari biasakan diri dan anak-anak kita
untuk selalu ingat bahwa semua yang kita punya berasal dari Tuhan. Bermegahlah
karena Tuhan dan bukan karena diri
kita. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, ampunilah kami yang sering bermegah atas diri kami. Ajarlah kami untuk semakin mengenal Engkau. Amin.