BERHENTI SEBENTAR

1 Samuel 9:27-10:8


Saul mendapat tugas dari ayahnya untuk mencari keledai-keledai yang hilang. Perjalanan Saul, yang ditemani oleh hambanya, sudah cukup jauh, “…melintasi daerah Pegunungan Efraim, … tanah Salisa… tanah Sahalim… juga tanah Benyamin.” Namun, keledai-keledai itu belum ditemukan. Semakin lama keledai-keledai itu hilang, semakin luas wilayah yang harus dijelajahi untuk menemukannya. Saul perlu bergegas agar tidak semakin kehilangan jejak.

Sebagai salah satu upaya, Saul bertanya kepada Samuel, sang nabi. Samuel dapat melihat kerisauan pada wajah Saul. Ia juga memahami betapa mereka ingin segera berangkat lagi. Namun, saat melihat Saul, TUHAN berfirman kepada Samuel, “Inilah orang yang Kukatakan kepadamu itu. Dialah yang akan berkuasa atas umat-Ku.” Samuel pun merasa perlu berbicara dengan Saul dan mengenal orang muda ini. Itulah sebabnya Samuel berkata kepada Saul, “… berhentilah sebentar, aku hendak memberitahukan firman Allah kepadamu.”

Tampaknya, Saul mirip dengan sebagian besar dari kita yang nyaris selalu berada di antara tugas ini dan itu. Ada saja yang perlu kita kerjakan, pikirkan, atau rencanakan. Kita terus sibuk dan tidak punya waktu jeda. Padahal, ada sesuatu yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita. Untuk itu, kita perlu berhenti sebentar dan memberi kesempatan kepada Tuhan. Bersediakah kita? (Wasiat)

REFLEKSI: Berhentilah sebentar, beri Tuhan waktu untuk berbicara.

Share this Post