BERFOKUS PADA ALLAH, BUKAN PADA MASALAH
Mazmur 16
Ada sebuah kalimat bijak yang mengatakan, “Jika kamu berfokus
pada masalah, maka kamu akan menderita. Jika kamu berfokus pada Allah,
maka kamu akan bersukacita.”
Dalam menghadapi realitas kehidupan, kita dapat memilih untuk berfokus pada
masalah yang kita hadapi sehingga menimbulkan sikap pesimis dan menyerah pada kehidupan, atau memilih untuk berfokus pada Allah,
yang kasih dan kehadiran-Nya mampu menolong kita mengatasi masalah yang kita
hadapi.
Mazmur 16 memperlihatkan bagaimana
Daud memilih untuk berfokus
pada Allah di tengah segala masalah kehidupannya. Ia berkata, “Aku selalu hidup
berhadapan dengan TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku... sebab itu
hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai” (ayat 8–9). Hidup yang berhadapan
dengan TUHAN adalah hidup yang memfokuskan diri pada Allah, bukan pada masalah.
Inilah sumber kekuatan Daud.
Saat kita memilih memandang
kebesaran Allah, bukan besarnya
masalah, hati kita menjadi tenang dan penuh pengharapan. Pergumulan hidup yang
kita hadapi mungkin menawarkan banyak alasan untuk takut dan cemas. Namun,
Allah memberi kita jalan kehidupan dan sukacita karena kita dimampukan-Nya menghadapi dan
menyelesaikan semua pergumulan kita (ayat 11). Berfokuslah pada Allah, maka
kita akan tetap teguh di tengah badai kehidupan. (Wasiat)
DOA:
Tuhan, di tengah segala pergumulan yang kami alami, ajarlah kami untuk selalu percaya pada kasih dan pemeliharaan-Mu, sehingga kami beroleh kekuatan dan sukacita dalam hidup. Amin.