BERANI HIDUP BENAR
Amsal 21:10-16
Marsinah adalah seorang ibu muda yang berjuang melawan ketidakadilan.
Ia bekerja keras sebagai buruh cuci, tetapi upahnya sering ditahan oleh majikannya. Keringat
dan air mata membasahi
baju-baju yang ia bersihkan, sementara hatinya dipenuhi kepahitan dan putus
asa. Ia seolah tak berdaya menghadapi sistem yang menindasnya. Dalam hati,
Marsinah bergumul, apakah Allah yang adil melihat dan peduli akan
penderitaannya?
Tentu saja! Allah adalah
Allah yang adil. Ia tidak buta terhadap ketidakadilan yang terjadi di dunia
ini. Setiap tetes keringat dan air mata yang jatuh, dilihat oleh- Nya. Kebenaran akan ditegakkan, dan orang-orang yang
berbuat jahat akan menghadapi konsekuensi dari perbuatan mereka. Ini bukan
berarti mengambil jalan main hakim sendiri, melainkan memilih untuk percaya
pada kuasa keadilan Allah dan berjalan bersama-Nya memperjuangkan keadilan.
Apakah kita berani hidup
dalam kebenaran dan integritas? Apakah kita tetap bekerja dengan jujur meskipun
menghadapi ketidakadilan? Marilah tetap teguh dalam iman dengan tetap konsisten
melakukan apa yang benar di mata
Allah. Mungkin kita tidak selalu melihat keadilan ditegakkan di dunia ini.
Namun, kita dapat menemukan sukacita dan damai sejahtera dalam hati, karena
mengetahui bahwa Allah berada di pihak kita.
Marilah menjadi pejuang keadilan seperti yang Allah kehendaki dalam keseharian.
Bela yang lemah, suarakan kebenaran, dan hiduplah dalam kejujuran. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah melakukan keadilan merupakan hal yang menakutkan bagiku?