ASLI, BUKAN TIRUAN
Mazmur 50
Pernahkah Saudara melihat barang tiruan? Semua dibuat semirip
mungkin. Seorang kawan memberi tahu saya bahwa barang tiruan
pun memiliki tingkat
kualitas yang berbeda- beda. Ada barang tiruan yang
kualitasnya hampir mirip dengan barang asli, tetapi ada juga barang tiruan yang
kualitasnya jauh lebih rendah daripada
barang asli.
Pemazmur mengatakan bahwa
percuma seseorang menyebutkan ketetapan-ketetapan TUHAN jika dalam kenyataannya ia membenci teguran dan tidak memedulikan
firman-Nya. Ibadah yang sejati bukan sekadar menjalankan
ritual-ritual ibadah, tetapi juga menerapkan firman Allah dalam kehidupan
sehari-hari. Tidak hanya mengetahui firman Allah, tetapi juga melakukannya. Pemazmur juga menekankan
bahwa ibadah bukan
sekadar mempersembahkan kurban bakaran, tetapi mengingat TUHAN dalam kehidupan sehari-
hari.
Kita mungkin rajin melakukan
ritual-ritual iman dalam kehidupan. Kita rajin berdoa, memberikan persembahan, atau aktif dalam
pelayanan. Namun, semua
itu tidak menjamin bahwa ibadah kita berkualitas.
Jangan-jangan, kehidupan iman kita sama seperti barang tiruan. Barang tiruan tampak
bagus dan hampir menyerupai
yang asli, tetapi tidak benar-
benar berkualitas. Mari kita periksa dan uji terus kehidupan beriman
kita. Apakah benar kehidupan iman kita berkualitas? Apakah benar ibadah kita tidak hanya sebatas yang terlihat? Mari kita periksa ibadah kita. (Wasiat)
REFLEKSI:
Ibadah sejati bukanlah sekadar menjalankan ritual keagamaan supaya dilihat orang, melainkan menghidupi iman dalam keseharian.