ALLAH ORANG HIDUP
Lukas 20:27-38
Seorang teman divonis
menderita kanker stadium lanjut dan berada pada tahap
metastasis. Sel kanker telah menyebar
hampir ke seluruh tubuhnya. Tubuhnya semakin kurus. Kadang-kadang, ia merasakan
kesakitan yang begitu hebat hingga harus disuntik morfin untuk menahan rasa
sakitnya. Namun, saya terharu saat mendengar ia berkata, “Saya tidak takut
mati, tetapi saya juga tidak takut hidup. Jika saya mati, saya tidak takut
karena Tuhan menjaga saya. Jika saya hidup dengan segala hal yang harus saya
jalani, saya juga tidak takut karena Tuhan pasti menguatkan saya.”
Kita beriman kepada Allah orang hidup. Artinya, kita beriman kepada Allah yang hadir saat
kita masih bernapas. Allah bukanlah Allah orang mati. Bagi anak- anak Tuhan,
kematian bukanlah akhir. Di dalam Tuhan selalu ada kehidupan. Allah adalah
Allah orang hidup, yang senantiasa hadir dan menjaga mereka yang menjalani
kehidupannya. Ketika seseorang berada di titik akhir kehidupannya, ia justru
memasuki kehidupan yang kekal.
Mari kita jalani hidup tanpa
takut akan kematian maupun kehidupan itu sendiri, sebab Allah adalah Allah yang
hidup dan berkuasa atas kehidupan. Kristus juga telah bangkit dari kematian.
Kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan kekal. Dengan demikian,
di dalam Allah selalu ada kehidupan. (Wasiat)
REFLEKSI:
Dalam iman selalu ada kehidupan karena Allah kita adalah Allah orang hidup.