AKIBAT DARI PILIHAN
Lukas 16:19-31
Bayangkan seorang anak yang sedang dihadapkan pada dua pilihan:
menghabiskan waktu bermain game atau mengerjakan PR. Namun, ia memilih bermain
game dan asyik dengan kesenangan sesaat. Ketika tiba waktunya ujian, ia kesulitan
dan nilainya buruk. Kenyataan pahit ini adalah akibat dari pilihannya. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap pilihan yang kita buat, sekecil apa pun, pasti membawa
konsekuensi. Ada yang berbuah manis, ada pula yang berujung penyesalan.
Kristus mengisahkan tentang orang kaya yang semasa hidupnya bergelimang harta, tetapi
mengabaikan Lazarus yang
miskin dan sakit. Setelah kematian, keadaannya berbalik. Si orang kaya menderita, sementara Lazarus dihibur di
sisi Abraham. Pengajaran Kristus ini menyadarkan kita bahwa setiap pilihan memiliki
akibat. Kabar baiknya,
Allah itu adil. Ia memberi kedamaian kepada mereka yang miskin
dan tertindas, dan mendidik dengan tegas mereka yang tidak peduli
kepada sesama yang membutuhkan. Namun, ingatlah juga bahwa Allah Maha Pengasih. Dia tetap memberi
kesempatan untuk bertobat, agar setiap orang memilih jalan yang benar,
yaitu kasih, keadilan, dan kebenaran.
Kisah yang disampaikan
Kristus ini tentu bukan untuk menakut-nakuti atau mengancam kita, tetapi untuk
menggugah hikmat dalam memilih. Bantulah
mereka yang membutuhkan,
hiduplah dalam kebenaran, dan jadilah saluran berkat bagi orang lain. Ingatlah, pilihan hari ini pasti terkait
dengan masa depan kita kelak. (Wasiat)
REFLEKSI: Apakah aku sudah menjadi orang yang adil dengan bersedia berbagi kepada mereka yang membutuhkan pertolongan?